Omnichannel Commerce: Kunci Peningkatan Pendapatan dan Pertumbuhan Brand

Omnichannel Commerce: Kunci Peningkatan Pendapatan dan Pertumbuhan Brand

Omnichannel Commerce: Kunci Peningkatan Pendapatan dan Pertumbuhan Brand

February 20, 2026

Omnichannel Commerce

Omnichannel commerce membantu brand meningkatkan pendapatan, membangun kepuasan konsumen, dan menciptakan pertumbuhan melalui integrasi sistem. Tanpa integrasi yang tepat, kehadiran di berbagai marketplace justru menambah biaya dan menurunkan efektivitas operasional.

Setelah memahami konsep dasar omnichannel commerce dari artikel sebelumnya, pertanyaan berikutnya adalah “bagaimana penerapan omnichannel commerce memengaruhi performa brand di tengah tantangan dan peluang yang ada?”

Banyak perusahaan sudah beroperasi di marketplace, website, hingga toko fisik. Namun, keberadaan di berbagai platform marketplace tidak selalu menghasilkan peningkatan performa brand. Sistem yang terpisah, data yang tersebar, dan operasional yang tidak terkoordinasi seringkali menambah beban biaya tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan.

Padahal, omnichannel commerce sering dihubungkan dengan peningkatan pendapatan, pertumbuhan yang lebih stabil, dan pengalaman konsumen yang serupa di setiap platform penjualan. Karena itu, pendekatan omnichannel harus dilihat sebagai enabler (pendorong) pertumbuhan dan peningkatan performa komersial, bukan sekadar ekspansi pasar. Artikel ini akan mengulas lebih jauh dampak bagi brands secara performa komersial.

Kompleksitas Brand pada Era Omnichannel

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) melaporkan bahwa sekitar 90% dari anggotanya telah menerapkan strategi omnichannel. Namun, sebagian besar masih dihadapkan pada keterbatasan dari sisi keahlian, sumber daya internal, dan investasi teknologi yang memadai untuk menerapkannya secara optimal.

Masalah utama bukan pada jumlah platform marketplace yang dimiliki, melainkan kurangnya koordinasi sistem antar marketplace. Data transaksi tersebar di berbagai platform, pengelolaan kesediaan barang (stok) tidak sepenuhnya tersinkronisasi, dan tim internal bekerja dengan tujuan serta proses yang berbeda. Situasi ini menyebabkan biaya operasional meningkat seiring bertambahnya platform marketplace yang dikelola. Alhasil, realita penerapan omnichannel bertolak belakang dengan misi yang dituju.

4 Keuntungan Utama Omnichannel Commerce Bagi Performa Brand

Pendekatan omnichannel menimbulkan tantangan tersendiri, namun juga memberikan peluang besar pada performa brand. Berikut adalah empat keunggulannya:

  1. Membuka Peluang untuk Meningkatkan Pendapatan

    Kebiasaan belanja masyarakat Indonesia menunjukkan preferensi pola belanja di berbagai platform marketplace. Data internal SIRCLO mencatatkan sepanjang tahun 2025, kontribusi order tersebar di beberapa platform, yaitu  TikTok Shop by Tokopedia (64,8%), Shopee (25,9%), Tokopedia (7,5%), dan lainnya (1,8%). Di sisi lain, penelitian Harvard Business Review juga menemukan bahwa pengguna omnichannel berbelanja lebih banyak sekitar 10% secara online dan 4% di toko fisik dibandingkan pengguna single-channel (satu kanal). 

    Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran brand di berbagai platform dapat memperluas jangkauan pasar dan brand awareness. Namun, dampak pada pendapatan baru muncul saat seluruh platform terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi yang memastikan konsistensi harga, promosi, dan ketersediaan produk. Transparansi ini mengurangi hambatan dalam perjalanan konsumen di setiap titik pengalaman guna meningkatkan tingkat konversi pembelian.


  2. Mendorong Pertumbuhan yang Lebih Bertahan Lama

    Omnichannel commerce membantu menciptakan pertumbuhan jangka panjang melalui peningkatan loyalitas konsumen. Pertumbuhan yang sehat tidak hanya bergantung pada perolehan pelanggan baru, tetapi juga pada kemampuan mempertahankan pelanggan lama, yang akhirnya mendorong repeat purchase (pembelian berulang).

    Menurut Buku Manajemen Pemasaran Digital, konsumen yang mendapatkan pengalaman pelanggan yang serupa di berbagai platform marketplace memiliki loyalitas yang lebih tinggi dibandingkan pelanggan single-channel (satu kanal). Hal ini dipercaya mampu memperkuat posisi brand di tengah persaingan dan menciptakan pertumbuhan yang stabil.


  3. Membantu Pengambilan Keputusan brand yang Lebih Tepat

    Salah satu keuntungan utama dari omnichannel commerce adalah meningkatnya transparansi data. Integrasi platform marketplace membantu brand melihat perilaku konsumen secara menyeluruh, sehingga data tidak lagi terfragmentasi di berbagai sistem.

    McKinsey menyatakan bahwa penyesuaian strategi berbasis data terhadap preferensi pelanggan dapat meningkatkan pendapatan hingga 10–15% jika diterapkan secara efektif. Dengan data yang terkelola dengan baik, brand dapat membuat keputusan berbasis analitik, terutama merancang strategi pemasaran, pengelolaan promosi, hingga pengembangan produk.


  4. Mengubah Kompleksitas Menjadi Keunggulan untuk Bersaing

    McKinsey dalam laporan Omnichannel: The Path to Value menegaskan bahwa dalam strategi omnichannel yang efektif, penempatan stok dan ketersediaan produk ditentukan berdasarkan kebutuhan konsumen, bukan hanya berdasarkan platform marketplace yang dimiliki.

    Hal ini memerlukan pengelolaan stok yang terintegrasi secara real-time di seluruh jaringan operasional dan distribusi. Dengan dukungan analisis berbasis AI, brand dapat mengurangi risiko kehabisan stok, mengoptimalkan margin, dan meningkatkan respons terhadap permintaan pasar.

Kurangnya integrasi antar kanal penjualan menjadi peluang membangun pengalaman konsumen yang sesuai dengan kebutuhan melalui omnichannel commerce.

Kurangnya integrasi antar kanal penjualan menjadi peluang membangun pengalaman konsumen yang sesuai dengan kebutuhan melalui omnichannel commerce.

Omnichannel commerce bukan sekadar strategi untuk hadir di banyak platform marketplace, melainkan pendekatan terintegrasi yang secara langsung mendorong pendapatan, memperkuat pengalaman konsumen yang serupa antar marketplace, dan membangun pertumbuhan brand yang lebih stabil. Dengan menyatukan data, operasional, dan perjalanan konsumen dalam satu sistem yang terintegrasi, brand dapat meningkatkan konversi, membangun loyalitas, serta membuat keputusan yang lebih akurat. 

Meskipun penerapannya memerlukan kesiapan strategis dan transformasi di berbagai aspek, semakin banyak perusahaan melihat omnichannel commerce sebagai investasi jangka panjang yang menjadi dasar penting untuk mempertahankan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen yang terus berkembang.

References
  1. https://goodstats.id/article/e-commerce-paling-sering-diakses-2025-shopee-masih-juara-wyZqk

  2. https://news.dailysocial.id/post/omnichannel-blibli-sociolla-tren-ritel-indonesia-2023/ 

  3. https://www.marketreach.co.uk/blog/ultimate-guide-omnichannel

  4. https://www.mckinsey.com/industries/consumer-packaged-goods/our-insights/state-of-consumer 

  5. https://www.mckinsey.com/industries/retail/our-insights/make-the-change-stick-transforming-your-supply-chain-operating-model-for-an-omnichannel-world

  6. Ruth Dameria Haloho, Ida I Dewa Ayu Raka Susanty, Bustang, Alfa Taufan Latif, Melkianus Teddison Bulan, Ulfia, Susanti Maria Yosefa Salu, Nita Adillah Pratiwi , Michael Gerits Kriswanto Remetwa, Esza Cahya Dewantara , Herri Wijaya, Hasriani Ishak, Malahay, N. C. M. (2025). Manajemen Pemasaran Digital (A. Fadli (ed.); 1st ed.). PT. Kamiya Jaya Aquatic.

© 2025 SIRCLO | SIRCLO operates under PT Koneksi Niaga Solusindo.

© 2025 SIRCLO | SIRCLO operates under PT Koneksi Niaga Solusindo.

© 2025 SIRCLO operates under PT Koneksi Niaga Solusindo.