Jun 22, 2026

Dalam lanskap social commerce yang semakin bergerak secara dinamis, video pendek (short-form video) semakin berperan dalam membantu konsumen menemukan dan memahami keunggulan produk, hingga mendorong keputusan pembelian. Karena itu, kebutuhan terhadap short-form video yang relevan, adaptif, dan responsif terhadap tren menjadi semakin penting bagi brand.
Seiring perubahan tersebut, AI mulai dilihat sebagai bagian dari cara brand merespons ritme short-form video yang semakin cepat. Teknologi ini membuka pendekatan baru dalam mengelola kebutuhan konten yang lebih dinamis, baik dari sisi variasi, skala produksi, maupun pembelajaran dari performa.
Beberapa data menunjukkan arah perkembangan ini. Di Tiongkok, Douyin (TikTok) menunjukkan bagaimana AI mulai digunakan dalam produksi short-form video, dengan sekitar 30% kontennya diperkirakan dibuat menggunakan dukungan AI. Sementara itu, pada tahun 2025, Boston Consulting Group menyebut pelaku pemasaran 1,2 kali lebih berpotensi meningkatkan investasi pada perangkat konten berbasis AI.
Terdapat beberapa alasan mengapa penggunaan AI mulai mendapat perhatian dari brand:
Lebih Banyak Ide
Teknologi ini membuka ruang untuk mengeksplorasi lebih banyak konsep, arahan kreatif, dan format komunikasi dengan proses yang lebih cepat serta fleksibel.
Lebih Banyak Konten
Beberapa versi materi dapat dikembangkan dan diuji tanpa menambah beban produksi secara proporsional.
Lebih Banyak Insights
Data performa dapat digunakan untuk memahami preferensi audiens dan mendukung keputusan konten yang lebih terarah.
Kesimpulannya, AI dapat memberikan ruang dan peluang baru bagi brand dalam proses pembuatan, pengujian, dan evaluasi konten digital. Namun, relevansinya tetap ditentukan oleh pemahaman terhadap audiens, konteks komunikasi, dan tujuan yang ingin dicapai oleh brand.
Referensi:

