Berdasarkan data internal SIRCLO, jumlah transaksi brand tercatat meningkat 115% sepanjang periode H-2 minggu sebelum Ramadan hingga H+2 minggu setelah Idulfitri, dibandingkan satu bulan sebelumnya.
TANGERANG, 26 Januari 2026 — Masyarakat Indonesia akan kembali menyambut bulan Ramadan mulai pertengahan Maret ini. Selain menjadi momen spiritual, Ramadan telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar di Tanah Air, didorong oleh meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga, mulai dari kebutuhan harian hingga persiapan Idulfitri. Skala aktivitas ini menjadikan Ramadan periode krusial yang perlu dimanfaatkan secara strategis oleh brand.
Namun, di tengah dinamika ekonomi belakangan, masyarakat cenderung lebih terencana dalam mengelola anggaran sejak awal tahun 2026 guna mempersiapkan kebutuhan Ramadan tahun ini. Hasil riset InMobi menunjukkan bahwa 74% konsumen meningkatkan alokasi dana belanja di bulan Ramadan dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen telah secara aktif memaksimalkan aktivitas belanja pada periode tersebut.
Dalam ranah belanja online, tren pertumbuhan juga terlihat selama selama fase belanja Ramadan. Danang Cahyono, Chief Operating Officer SIRCLO, menyampaikan bahwa data internal SIRCLO mencatat peningkatan jumlah transaksi hingga 115% selama periode dua minggu sebelum Ramadan hingga dua minggu setelah Idulfitri 2025, dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. “Temuan ini menegaskan bahwa Ramadan membuka peluang bagi brand untuk membangun nilai dan loyalitas jangka panjang melalui strategi penjualan online yang tepat,” jelas Danang.
Periode Strategis Perilaku Belanja Konsumen Online di Ramadan 2025
Sepanjang Ramadan 2025, SIRCLO mengamati sejumlah pergeseran penting dalam perilaku belanja online, mulai dari kategori produk yang paling diminati, momentum transaksi yang paling ramai, hingga segmen dengan pertumbuhan tercepat. Rangkaian tren berikut membentuk pola konsumsi yang dapat menjadi acuan strategis bagi brand dalam merancang pendekatan penjualan yang lebih relevan selama musim belanja ini:
Kategori Utama yang Mendominasi Belanja Ramadan
Data internal SIRCLO pada Ramadan 2025 menunjukkan bahwa lima kategori dengan jumlah transaksi tertinggi meliputi Beauty & Personal Care, Fast Moving Consumer Goods (FMCG), Mom & Baby, Healthcare, serta Fashion. Pola ini mencerminkan fokus konsumen yang semakin mengandalkan kanal belanja online untuk kebutuhan fungsional, konsumsi berulang, dan relevansi tradisi Hari Raya.Tidak hanya dari volume transaksi, nilai keranjang belanja juga terus bertumbuh. Kategori FMCG mencatat kenaikan rata-rata nilai belanja konsumen 27,5%, diikuti Travelling sebesar 14%, dan Fashion sebesar 13,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen mengalokasikan anggaran yang lebih besar dalam satu kali transaksi untuk memenuhi kebutuhan pokok dan persiapan perjalanan mudik.
Kategori dengan Pertumbuhan Tertinggi Dibandingkan Periode Sebelum Fase Belanja Ramadan
Pada bulan Ramadan 2025, akselerasi jumlah transaksi tertinggi tercatat pada kategori Fashion yang tumbuh hingga 4 kali lipat, sejalan dengan tradisi membeli pakaian baru untuk Hari Raya. Kategori Travelling menyusul dengan kenaikan hampir 3 kali lipat, seiring adanya mudik dan liburan keluarga. Di sisi lain, kategori Electronics, Mom & Baby, serta FMCG menunjukkan pertumbuhan yang stabil di kisaran 2 kali lipat.Pola Waktu Belanja Konsumen
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, salah satu pola yang konsisten terlihat adalah jam makan siang sebagai waktu utama berlangsungnya transaksi. Dalam periode satu bulan menjelang dua minggu sebelum Ramadan, pukul 12.00 siang telah menjadi jam belanja terpopuler, di mana pola ini berlanjut, bahkan melonjak hingga 2 kali lipat, saat Ramadan.Pola ini diperkuat oleh data Telkomsel Enterprise yang memperlihatkan bahwa puncak aktivitas digital dan belanja online terjadi pada beberapa rentang waktu utama, yakni menjelang sahur (pukul 03.00 - 05.00), waktu istirahat siang (pukul 11.00 - 14.00), serta sore hingga malam hari menjelang dan setelah berbuka puasa (pukul 16.00 - 19.00). Kedua temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku belanja konsumen semakin terikat pada ritme aktivitas harian selama bulan Ramadan.
Empat Strategi Berjualan Online Guna Maksimalkan Momentum Ramadan 2026
Seiring dengan pola belanja online yang terus menunjukkan peningkatan selama Ramadan, brand dihadapkan pada kebutuhan untuk menghadirkan strategi yang relevan dan tepat sasaran dalam mendorong penjualan. Berangkat dari dinamika tersebut, berikut sejumlah strategi yang dapat diterapkan oleh brand:
Mulai Kampanye Lebih Awal
Menurut InMobi, aktivitas belanja Ramadan kini tidak lagi terkonsentrasi hanya pada minggu-minggu menjelang Idulfitri. Sebaliknya, konsumen mulai merencanakan dan melakukan pembelian sekitar 2-4 minggu sebelum Ramadan dimulai. Dalam konteks ini, brand dapat memulai kampanye setidaknya dua minggu sebelum Ramadan.Pada fase awal, fokus dapat diarahkan pada pengenalan dan awareness terhadap produk, lalu secara perlahan meningkat ke penawaran yang lebih agresif ketika konsumen mulai merealisasikan rencana belanjanya dan periode pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Kehadiran brand sejak periode sebelum Ramadan membuka ruang untuk membangun awareness dan pertimbangan lebih awal, sehingga brand tidak hanya bersaing saat puncak permintaan berlangsung.
Melampaui Diskon dalam Merancang Promosi yang Relevan
Berkaca pada perilaku konsumen yang semakin selektif dalam mencari penawaran yang sesuai dengan konteks kebutuhan mereka, promosi selama Ramadan tidak lagi cukup mengandalkan potongan harga atau voucher. Karena itu, pendekatan tematik menjadi kunci, seperti melalui kolaborasi eksklusif dan peluncuran koleksi Ramadan yang kemudian dikemas dalam bentuk Bundling, Buy More Save More, dan Gift With Purchase.Berdasarkan analisis data internal SIRCLO, efektivitas promosi pun sangat dipengaruhi oleh penyesuaian waktu. Misalnya, produk kebutuhan harian dan praktis cenderung lebih efektif ditawarkan pada waktu sahur dan pagi hari (pukul 03.00 - 04.00). Menjelang berbuka puasa atau ngabuburit (pukul 16.00 - 18.00), konsumen terbilang lebih impulsif, sehingga flash sale dan live interaktif menjadi lebih relevan. Sementara itu, menjelang dua minggu sebelum Idulfitri, perhatian beralih ke penawaran yang disertai hadiah, paket keluarga (family pack), serta varian premium yang mendukung kebutuhan perayaan.
Optimalisasi Live Streaming
Selama Ramadan, konsumen kerap berbelanja dengan tujuan yang lebih jelas. Mereka tidak hanya mencari produk, tetapi solusi untuk kebutuhan spesifik, seperti persiapan sahur, buka puasa, hingga Idulfitri. Hal ini menuntut brand untuk menghadirkan tema live streaming yang sesuai dengan konteks tersebut, seperti “Ramadan Essentials”, “Budget-Friendly Sahur” atau “Last Minute Lebaran Preparation” guna menghadirkan narasi yang dekat dengan kebutuhan audiens.Di tengah persaingan yang semakin intens, live streaming juga berfungsi sebagai sarana membangun kedekatan dengan konsumen. Penjadwalan yang mengikuti ritme harian Ramadan, pemilihan host berpengalaman yang mampu merepresentasikan brand dengan baik, hingga tampilan visual yang menarik mampu menumbuhkan rasa percaya dan kedekatan guna mendorong minat beli.
Mendorong Penjualan melalui Peran Content Creator
Kuatnya kinerja marketplace berbasis konten selama periode puncak menegaskan bahwa banyak konsumen menemukan produk melalui interaksi dan rekomendasi. Kolaborasi dengan content creator yang tepat memungkinkan brand menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus membangun kepercayaan di tengah masifnya pesan promosi. Ketika konsumen merasa bahwa sebuah produk direkomendasikan oleh figur yang mereka percaya atau terasa dekat, peluang terjadinya pembelian pun meningkat secara signifikan.
“Ramadan bukan hanya tentang lonjakan penjualan, tetapi bagaimana brand mampu memahami dan menjawab kebutuhan konsumen secara tepat. Di tengah tingginya permintaan dan kompleksitas eksekusi lintas kanal, kesiapan operasional yang menyeluruh menjadi kunci untuk menjaga konsistensi pengalaman belanja. Melalui kapabilitas teknologi, operasional, dan pemahaman terhadap konsumen, SIRCLO mendukung brand mengeksekusi strategi ini secara terpadu,” tutup Danang.
***
Tentang SIRCLO
SIRCLO adalah penyedia solusi omnichannel commerce enabler terdepan di Indonesia. SIRCLO memiliki misi untuk memaksimalkan potensi manusia maupun bisnis melalui solusi teknologi yang terintegrasi agar mereka mampu menjadi yang tercepat dalam menyongsong masa depan. Hingga saat ini, solusi yang ditawarkan ekosistem super SIRCLO telah melayani 1,000 bisnis enterprise, memproses rerata lebih dari 2 juta pesanan setiap bulannya, serta menjangkau 30 juta end-consumers.
Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

